Skip to content

Kalimat Yang Dianggap Ekstrim Dalam Islam

November 10, 2015

Agama Islam terlahir untuk menyelamatkan umat manusia dalam kegelapan, menerangi dunia dan semesta dengan cahaya-Nya. Betapa tidak perkembangan Ilmu Pengetahuan begitu pesatnya, sehingga permasalahan kehidupan manusia terpecahkan dengan ilmu yang dikembangkan dari keilmuan Islam. Tokoh-tokoh dunia mengakui bahwa mereka tidak bisa lepas dari pengaruh keilmuan Islam, walaupun sebagian mengingkari keimanan yang dibawa Islam untuk menuhankan Allah Azza wa Jalla.

Pada perkembangannya kaum muslim mengajak kaum kafir untuk memeluk Islam, jika tidak maka ada dua pilihan diperangi atau membayar jizyah denda yang besarnya tidak lebih dari 2,5 kg beras pertahunnya dan mereka aman untuk memeluk agama yang mereka anut dengan perlindungan penuh dari umat Islam. Pada awal perkembangan Islam banyak terjadi pertentangan yang akhirnya dimenangkan oleh kaum Muslimin.

Agama Islam terlahir sebagai agama Ilmu Pengetahuan Teknologi, Ekonomi, Sosial Budaya, dan Hukum yang sempurna mengatur kehidupan Ras manusia. Sudah jelas yang dimaksud agama IPTEK seperti yang telah dijelaskan di atas, sebagai contoh saat Copernicus dengan teori Heliosentris mengemukakan idenya yang bertentangan dengan pihak gereja maka ia dijatuhi hukuman mati. Tidak demikian Islam mengutamakan ilmu mengungkapkan fakta-fakta sebenarnya tanpa penutup apapun.

1

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Al Qur’anul Karim 2:6

Agama Islam dipandang sebagai agama yang mengedepankan sosial tampak pada ajakan-ajakan keselamatan seperti:
1. Sembahlah Allah Azza wa Jalla!
2. Tinggalkan kekafiran, kemungkaran, kemaksiatan dan sebagainya!
3. dll kesemuanya menyeru kepada keselamatan.

Dalam penyampaian dakwahnya agama Islam menyatakan bahwa orang yang tidak memeluk Islam disebut kaum kafir. Secara etimologi kafir disini ingkar akan adanya Tuhan yang Esa Allah Azza wa Jalla. Hal tersebut dikaji dalam kaidah sosial yakni penyelamatan umat manusia dari sesembahan selain Allah Azza wa Jalla.

Dalam Al Qur’an bercerita tentang masa sebelum, masa sekarang dan masa sesudahnya. Cerita masa sebelumnya dimaksudkan untuk melihat lebih jauh peradaban manusia sebelum Islam, bagaimana mereka hidup apa yang mereka kerjakan dan akibat perbuatan mereka berupa bencana azab yang menimpanya. Cerita di masa sekarang dimaksudkan dalam tingkah laku dan berbicara tetap berpegangan teguh pada Al Qur’an dan Al Hadits sehingga selamat dalam menjalani kehidupan dunia ini. Keselamatan dunia diukur berdasarkan nash-nash Al Qur’an dan sunnah sebagai contoh seseorang dipenjara akibat fitnah dunia berupa perkataan kaum munafik, musyrik dan kaum kafir hardy / keras. Dipandang secara dunia orang tersebut tidak selamat akan tetapi jika dipandang dari sudut lainnya dia selamat. Cerita masa sesudah bumi yakni akhirat. Disini diceritakan akibat dari tidak mematuhi hukum, kafir dan perilaku buruk lainnya terhadap Allah Azza wa Jalla. Beda Dunia dan akhirat terletak pada saat ini dan sejarah dunia nyata tampak dan akhirat berupa cerita akan tetapi berbalik 180 derajat saat dimana alam dunia hancur berganti alam akhirat dimana dunia hanyalah tinggal cerita semata. Orang kafir akan akhirat berkata sebagaimana yang telah diterangkan dalam Al Qur’an
2

“Dan jika kamu (Muhammad) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata: “Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman”, (tentulah kamu melihat suatu peristiwa yang mengharukan). Al Qur’anul Karim 6:27

Akan tetapi jika dikaji secara logika dan hawa nafsu akan lain artinya bagi pemeluk Islam awam. Kafir-Musryik dsb berarti Neraka, tidak berarti, tidak boleh hidup, boleh dibunuh dsb. Ini menjadi alat propaganda kaum hawariyun/khowarij/ekstrimis Islam/Islam garis keras dalam usaha mencuci otak jamaahnya. Bahkan terhadap sesama muslim yang bukan golongannya mereka tetap menganggap pemahaman lainnya adalah batil, yang benar hanyalah pemahaman mereka. Sebenarnya pencucian otak dengan propaganda radikalis ini selain bertujuan untuk menggalang dukungan massa juga menggalang dana (ekonomi).

Sedangkan kalimat kafir dari sisi Non Muslim berarti pemaksaan kehendak, arogansi, ekstrimis dsb akan suatu keyakinan. Sifat Al Qur’an yang universal dapat Non Muslim pakai seperti firman Allah Azza wa Jalla berikut
3
“Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”. Al Qur’anul Karim 109:6. Maka tidaklah pantas jika ada kebencian yang mengalir di tengah-tengah masyarakat dengan mengatakan kami ini kaum minoritas, kami harus diistimewakan, kami teraniaya di Negara Kesatuan RI, sebaliknya warga muslim Indonesia yang besar ini tidak mengikuti upacara-upacara keagamaan dengan menjamin keamanan dan kenyamanan pemeluk agama lainnya (tidak boleh sinkretis). Kita mewarisi apa yang telah diproklamirkan oleh Mahapatih Gajah Mada dengan semboyan” Bhineka Tunggal Ika” berbeda-beda tetapi tetap satu, dimana patih sendiri beragama Hindu. Diteruskan pula oleh Ir. Soekarno sebagaimana termaktub dalam semboyan Negara dan butir-butir Pancasila.

Umat Islam diciptakan di tengahnya mereka meng-ilmui Islam secara kaffah sempurna, mendakwahkan Islam sesuai situasi kondisi masyarakatnya, kekafiran seseorang diartikan untuk menyelamatkan mereka dari penghambaan selain Allah Azza wa Jalla mengajak secara santun dan belas kasih, dan juga melindungi menghormati orang kafir selama tidak melakukan kekerasan terhadap umat Islam, dapat dikata ini sangat fair. Agama selain Islam tidaklah disebut aturan semacam ini.

Pemerintahan dan para penegak hukum yang berlaku dzalim terhadap rakyatnya yang dipimpinnya diingatkan semata-mata karena keinginan agama Islam supaya pemerintahan dan penegak hukum amanah atas tugas yang diembannya bukan karena kekerasan verbal penghinaan pencemaran nama baik terhadap pemerintahan maupun institusi penegak hukum. Karena pada dasarnya pemerintahan dijalankan oleh individu-individu manusia.

Mulai detik ini jika kita dianggap sebagai kaum kafir, musryik, dzalim, fasik apapun itu bukanlah suatu bentuk kekerasan verbal dari agama Islam melainkan sebagai pengingat kita akan keselamatan dan kebahagiaan kita di dunia dan bekal kita di akhirat kelak bagi yang memepercayai adanya kehidupan setelah kematian.

Dalam bidang ekonomi dikembangkan untuk tidak menjadikan ketimpangan-ketimpangan seperti yang telah dilakukan oleh orang terdahulu dengan mengurangi timbangan barang dan dibayarkan dengan uang berlebih dan menjadikan adat istiadat ini kemaksiatan yang terlegalkan. Allah Azza wa Jalla tidak menyukai hal semacam ini. Maka barang siapa merusak aturan, alam-pun merasa terhianati, keramaham berbalik kemarahan alam dengan izin dari yang Maha Kuasa berdampak musibah, cobaan dan Azab bagi kaum fasik tersebut. Perekonomian saat ini abad 21 tidak dapat dipungkiri mengalami percepatan yang luar biasa dan stagnasi berkepanjangan.

Hukum Islam juga dikembangkan atas dasar kesetaraan sebab-akibat tindakan dan prinsip-prinsip keadilan dan kemanusiaan dimana keadilan-kemanusiaan yang mengukur adalah yang menciptakan manusia itu sendiri yakni Allah Azza wa Jalla. Sebagai manusia kita seringkali ingin berbuat adil dan manusiawi, akan tetapi ukuran manusia tentang keadilan-kemanusiaan tidaklah sempurna. Hukum Islam memiliki sifat memanusiakan-manusia apapun keputusan Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya itu yang terbaik dan manusiawi seperti hukum diyat(hukuman mati), rajam, potong tangan, dera dsb. Ke semua hukuman itu berdampak pada hukuman yang akan diterima di akhirat kelak, jika sudah hukuman sudah dilakukan sewaktu di dunia, maka tiada lagi hukuman diberikan di akhirat berlaku sebaliknya.

Dalam ber-jihad fi sabilillah adanya aturan yang tegas yakni tidak boleh menyerang siapapun yang tidak membawa senjata, melindungi wanita dan anak-anak walaupun mereka berada di pihak musuh, tentang gonimah atau harta rampasan perang dsb. Dalam kondisi genting sekalipun Islam tetap memanusiakan-manusia tidak seperti apa yang dilakukan oleh siapapun yang ber-hujjah selain hukum Islam ataupun kaum khawarij yang sembrono dalam memperlakukan lawan-lawannya.

Jumlah penduduk Islam dari satu manusia Mulia Nabiyullah Mahmammad SAW akan memuncak di tahun berikutnya dan selanjutnya akan berakhir tanpa ada satupun pemeluknya dan itu sunatullah. Menerapkan prinsip ekonomi dan hukum sesuai panduan Allah Azza wa Jalla akan menciptakan kesenangan, kebahagiaan, keselamatan, kedamaian, pemerataan dan kestabilan, maukah kita!

Banyak orang telah memisahkan antara agama dan dunia seakan-akan terpisahnya akhirat dan dunia. Pada kenyataanya agama Islam tidak hanya mengatur urusan akhirat saja melainkan juga urusan dunia yang mengantarkan kebaikan di akhirat kelak karena kehidupan dunia dan akhirat dalam pandangan Islam dan agama dunia berkaitan. Memisahkan antara agama dan urusan dunia bagai orang yang dipaksa memakan daging buaya setiap hari dimana ada pergolakan saat menyembelih buaya, begitulah perumpamaanya tentu kita tahu betapa bahayanya. Sebagai contoh disaat Negara seperti Jepang kekurangan generasi usia produktif justru propaganda legalitas perzinahan, pemerkosaan, homoseksual digaung-gaungkan dan itu legal di mata hukum dunia, maka dampak yang ditimbulkan justru sangatlah merusak, ketahanan keamanan Negara dipertaruhkan.

Dapat disimpulkan ternyata kalimat yang kita anggap ekstrim itu memiliki makna sebaliknya yakni keselamatan dan kebahagiaan. Terdapat etika berdakwah dalam menyatakan bahwa orang lain kafir musyrik munafik tidak boleh langsung meyudutkan orang tersebut di hadapan orang lainnya, cara terbaik yakni face to face dan mendalami orang tersebut karena masalah hati hanyalah Allah Azza wa Jalla yang mengetahui ke dalamannya. Pemahaman akan Islam itu sendiri haruslah dikedepankan sebelum kita mem-vonis ini-itu kepada orang lain, mem-vonis diri kita sendiri akan lebih baik sebagai cerminan seperti apa diri kita sebelum melihat wujud orang lain.

Wallahu a’lam bi showab.

From → Islam, Sejarah, Sosial

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: