Skip to content

Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Ekonomi

September 7, 2015

Islam sebagai agama yang sempurna mengatur segala bidang kehidupan manusia tak terkecuali ekonomi. ekonomi dapat digulirkan dengan cara produksi, distribusi dan konsumsi sebuah konsep sederhana dalam perekonomian. Islam memberi gambaran yang sangat jelas tentang apa itu ekonomi sehingga dapat dikatakan resiko terhadap krisis sangatlah kecil.

Produksi

produksi dimaksudkan untuk menggali sumber daya alam dan manusia meng-kreasikan suatu produk barang untuk dapat digunakan ke hal lainya, dikonsumsi ataupun dapat dimanfaatkan lebih lanjut sesusai peruntukkannya. Al Qur’an telah memberikan gambaran tenatang produksi lewat ayat-ayat-Nya.

 

وهو الذي أنزل من السماء ماء فأخرجنا به نبات كل شيء فأخرجنا منه خضرا نخرج منه حبا متراكبا ومن النخل من طلعها قنوان دانية وجنات من أعناب والزيتون والرمان مشتبها وغير متشابه انظروا إلى ثمره إذا أثمر وينعه إن في ذلكم لآيات لقوم يؤمنون

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. Q.S Al An’aam:99

يا أيها الذين آمنوا أنفقوا من طيبات ما كسبتم ومما أخرجنا لكم من الأرض ولا تيمموا الخبيث منه تنفقون ولستم بآخذيه إلا أن تغمضوا فيه واعلموا أن الله غني حميد

Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Q.S Al Baqoroh 267

Distribusi

Hasil produksi tidak serta-merta digunakan di daerah tempat barang berawal, untuk mencukupi kebutuhan lainnya produsen perlu menukarkan awpa yang ia produksi dengan kebutuhan lainnya, sehingga barang yang ia hasikan berpindah tangan seperti yang telah Allah SWT firmankan.

ومن يهاجر في سبيل الله يجد في الأرض مراغما كثيرا وسعة ومن يخرج من بيته مهاجرا إلى الله ورسوله ثم يدركه الموت فقد وقع أجره على الله وكان الله غفورا رحيما

Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Q. S An Nisaa : 100

Konsumsi

Kebutuhan manusia sangatlah beragam baik barang dan jasa inilah sektor terakhir dari perekonomian yang menjadi tolok ukur kesejahteraan suatu bangsa.  Al Qur’an telah menggambarkan sektor ini secara gamblang

وكلوا مما رزقكم الله حلالا طيبا واتقوا الله الذي أنتم به مؤمنون

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. Q. S Almaa’idah : 88

Belakangan sektor konsumsi menjadi pertimbangan utama mengalahkan sektor lainnya yang mengakibatkan pertumbuhan ekonomi melambat. Pemerintahan suatu negara harus memikirkan pembangunan secara berimbang dari ketiga sektor ini, jika tidak maka akan terjadi perlambatan ekonomi, di pemerintahan berikutnya, bukan saling salah-menyalahkan.

Solusi untuk dapat bertahan dari permasalahan ekonomi yaitu menyeimbangkan kebutuhan sektor-sektor tersebut dengan kebijakan-kebijakan yang berimbang. perekonomian loka terbentuk secara kuat, maka tidak akan mudah terseret dalam krisis global.

Uang Sebagai Alat Tukar

Tidak bisa diterapkan selamanya sistem barter dalam perdagangan karena berat dan jenis barnag yang berbeda sulit untuk mengukur harga barang dan jasa, dalam perkembangannya Islam menetapkan beberapa ukuran berdasarkan logam emas dan Perak.

Dinar emas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Dinar emas dan Dirham perak

Dinar emas berdasarkan Hukum Syari’ah Islam adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce, sedangkan Dirham perak Islam berdasarkan ketentuan Islamic Mint Nusantara (IMN) memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce,[1][2] atau setara dengan 3,11 gram.[3] Dengan demikian, dinar versi Islamic Mint Nusantara (IMN) memiliki berat 4,44 gram[4]. World Islamic Mint (WIM), mengikuti pendapat Syaikh Yusuf Qardhawi, menetapkan 1 dinar memiliki berat 4,25 gram[5]. Ketentuan berat 1 dinar = 4,25 gram ini diikuti oleh beberapa pihak seperti Kerajaan Kelantan di Malaysia, Wakala Induk Nusantara di Indonesia, dan Gerai Dinar di Indonesia.

Khalifah Umar ibn Khattab menentukan standar antar keduanya berdasarkan beratnya masing-masing: “7 dinar harus setara dengan 10 dirham.”

Wahyu menyatakan mengenai Dinar Dirham dan banyak sekali hukum hukum yang terkait dengannya seperti zakat, pernikahan, hudud dan lain sebagainya. Sehingga dalam Wahyu Dinar Dirham memiliki tingkat realita dan ukuran tertentu sebagai standar pernghitungan (untuk Zakat dan lain sebagainya) dimana sebuah keputusan dapat diukurkan kepadanya dibandingkan dengan alat tukar lainnya.[2]

Ibnu Khaldun dalam al-Muqaddimah menyebutkan bahwa “Berat (dalam emas murni) dari dinar adalah tujuh-puluh dua biji gandum habbah sya’ir (Barli) ukuran sedang dan dipotong kedua ujungnya yang memanjang.”… “Hal ini ijma’ diakui para ulama dan merupakan konsensus umum di mana hanya Ibn Hazm yang menyelisihinya.” (Muqaddimah halaman 316).[1]

Daftar isi

Sejarah

Kaum Muslimin menggunakan emas dan perak berdasarkan beratnya dan Dinar Dirham yang digunakan merupakan cetakan dari bangsa Persia.

Koin awal yang digunakan oleh Muslimin merupakan duplikat dari Dirham perak Yezdigird III dari Sassania, yang dicetak dibawah otoritas Khalifah Umar radhiyallahu anhu. Yang membedakan dengan koin aslinya adalah adanya tulisan Arab yang berlafazkan “Bismillah”. Sejak saat itu tulisan “Bismillah” dan bagian dari Al Qur’an menjadi suatu hal yang lazim ditemukan pada koin yang dicetak oleh Muslimin.[6][7]

Standar dari koin yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn al-Khattab, berat dari 10 Dirham adalah sama dengan 7 Dinar (1 mitsqal). Pada tahun 75 Hijriah (695 Masehi) Khalifah Abdalmalik memerintahkan Al-Hajjaj untuk mencetak Dirham untuk pertama kalinya, dan secara resmi dia menggunakan standar yang ditentukan oleh Khalifah Umar ibn Khattab. Khalifah Abdalmalik memerintahkan bahwa pada tiap koin yang dicetak terdapat tulisan: “Allahu ahad, Allahush shamad”. Dia juga memerintahkan penghentian cetakan dengan gambar wujud manusia dan binatang dari koin dan menggantinya dengan huruf-huruf.

Perintah ini diteruskan sepanjang sejarah Islam. Dinar dan Dirham biasanya berbentuk bundar, dan tulisan yang dicetak diatasnya memiliki tata letak yang melingkar. Lazimnya di satu sisi terdapat kalimat “tahlil” dan “tahmid”, yaitu, “La ilaha ill’Allah” dan “Alhamdulillah” sedangkan pada sisi lainnya terdapat nama otoritas atau Khalifah atau Amir dan tanggal pencetakan; dan pada masa masa selanjutnya menjadi suatu kelaziman juga untuk menuliskan shalawat kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Sallam, dan kadang-kadang, ayat-ayat Qur’an.

Koin emas dan perak menjadi mata uang resmi hingga jatuhnya kekhalifahan Turki dan kesultanan-kesultanan muslim lainnya. Sejak saat itu, lusinan mata uang dari beberapa negara dicetak di setiap negara era paska kolonialisme dimana negara-negara tersebut merupakan pecahan dari negeri-negeri muslim.

Perlu diingat bahwa Hukum Syariah Islam tidak pernah mengizinkan penggunaan surat janji pembayaran menjadi alat tukar yang sah.

Jenis jenis koin Dinar Emas dan Dirham Perak

Koin Dinar dicetak dan di distribusikan oleh beberapa pihak. Design koin dinar emas dan dirham perak berbeda beda sesuai pencetaknya. Beberapa jenis koin dinar yang sudah dicetak saat ini :

Dinar Dubai

Uni Emirat Arab mencetak koin Dinar dengan desain Masjid Nabawi di Madinah dan koin Dirham dengan desain Masjidil Haram di Mekkah

Dinar Kelantan

Dinar Kelantan.

Wilayah bagian Kelantan mencetak koin Dinar dengan desain simbol wilayah bagian Kelantan. Dinar dan dirham telah menjadi mata uang resmi selain ringgit di wilayah Kelantan.[8]

Dinar Wakala Induk Nusantara

Wakala Induk Nusantara mencetak dan mengedarkan koin Dinar Emas dan Dirham Perak dengan 2 seri, yaitu Seri Haji, Seri Nusantara. Untuk desain Seri Haji mirip dengan Dinar yang dicetak di Dubai Uni Emirat Arab. Selain koin tersebut, Wakala Induk Nusantara juga mengedarkan koin dari Kesultanan Cirebon dan Kesultanan Ternate. Kesultanan Cirebon telah mencetak dan mengedarkan dinar emas dan dirham perak sejak Desember 2012[9]. Koin yang diedarkan oleh jaringan Wakala Induk Nusantara berdasarkan berat 1 dinar = 4.25 gram dan diterbitkan dengan kemurnian 22 karat.

Dinar IMN

IMN adalah yang pertamakali memperkenalkan dan mencetak dinar dan dirham di Indonesia pada tahun 2000, kemudian pada tahun 2010 IMN mengeluarkan hasil penlitian sejarah, fikih dan timbangan mitsqal yang di ikuti dengan Fatwa Atas Berat dan Kadar Untuk Dinar dan Dirham. Hasil penting in adalah menyatakan dinar dan dirham adalah murni, 1 mistqal adalah 4.44 gram (1/7 troy ounce) dan 1 dirham adalah 3.11 gram (1/10 troy ounce).

Dinar Logam Mulia

PT Logam Mulia mencetak koin Dinar dan Dirham dengan desain Masjidil Haram di Mekkah

Dinar 24 Karat

PT Logam Mulia juga mencetak koin Dinar dengan kadar 24 karat dengan Desain hanya tulisan

Dinar Perhimpunan BMT Indonesia

Perhimpunan BMT Indonesia atau PBMT menyetak Dinar Emas Batangan atau Dinarbar dengan satuan berat 4,444 gram dengan kemurnian 9999. PBMT adalah perkumpulan Baitul Maal wat Tamwil seluruh Indonesia dengan keanggotaan hingga 5000 BMT seluruh Indonesia. Saat ini Dinar PBMT adalah Dinar yang paling banyak dipakai di Indonesia.

Dinar dan Dirham Logam Mulia Nusantara

Logam Mulia Nusantara adalah grup usaha pengembang dinar dan dirham di Indonesia yang memiliki unit-unit atau jejaring bisnis meliputi: Angsa Emas yang mengedarkan emas batangan, Dholtinuku sebagai jaringan toko emas di seluruh Indonesia, Sillaturrahim Emas sebagai jaringan pengusaha, pedagang, pengembang yang menggunakan dinar dan dirham sebagai alat transaksi dan investasi dan melakukan pelbagai pelatihan penggunaan dinar dan dirham.

Perkembangan Islam semakin pesat dan sejahtera, sedangkan masyarakat Yahudi dan Nasrani dengan penerapan sistem ribawinya tidak mampu mengembangkan perekonomian menimbulkan kecemburuan sosial. Maka salah satu cara untuk mendapatkan kesejahteraan dengan memerangi kaum muslimin dengan dimulainya perang Sabil sampai perang Dunia 1 dan 2.

Mengapa perekonomian Islam maju dengan menetapkan Dinar sebagai tolok ukur barang dan jasa? Dunia barat telah mempelajari dengan seksama metode ini, walaupun dalam perkembangannya mereka tetap menerapkan perekonomian Ribawi sebagai dasar perekonomian, mencampur adukkan satu dengan lainnya sehingga pada perkembangannya setelah PD 2 dollar menjadi mata uang dunia.

Alasan pertama: sejarah membawa dollar menjadi mata uang internasional.
Dimulai dari perjanjian Bretton Woods setelah Perang Dunia 2 yang efeknya masih terasa hingga sekarang; perjanjian untuk menggunakan emas sebagai standar global nilai mata uang. Pada saat itu keadaan ekonomi negara-negara dunia, kecuali Amerika Serikat, hancur karena perang. Ini menyebabkan mereka bergantung pada pinjaman yang diberikan oleh Amerika. Pinjaman ini diberikan dalam bentuk Dollar Amerika. Sebagai jaminan, Amerika menerima emas yang dimiliki negara-negara ini. Hasilnya, Amerika otomatis menguasai seluruh emas di dunia dan jadinya hanya Dollar Amerika yang nilainya disokong oleh emas. Secara praktis, ini berarti Dollar Amerika telah menggantikan emas sebagai sumber likuiditas perekonomian dunia dan menjadi basis sistem keuangan dunia. Implikasinya, setiap negara membangun cadangan devisa dalam bentuk Dollar Amerika; cadangan Dollar diperlukan agar mata uang negara yanbersangkutan dapat ditukarkan dengan Dollar atau emas. Pada saat ini lah mata uang Amerika itu menjadi mata uang internasional.

Alasan kedua: resiko menjadi mata uang internasional
Tidak selalu menjadi mata uang internasional itu memberikan efek positif pada negara yang memiliki mata uang itu, dalam hal ini negara Amerika dengan Dollarnya. Banyak efek negatif yang dapat melanda Amerika saat mata uangnya menjadi mata uang internasional. Beberapa efek negatif menjadi mata uang internasional antara lain:
1. Negara itu harus me-maintain trust, yang menyebabkan negara itu memiliki tugas yang berat untuk dunia.
2. Apabila negara pemilik mata uang internasional tidak dapat me-maintain trust, maka dapat menyebabkan mata uang itu drop secara tiba-tiba.
3. Akan lebih sulit dalam mengontrol likuiditasnya
Alasan ketiga: tidak semua mata uang yang kuat dapat menjadi mata uang internasional
Untuk menjadi mata uang internasional dibutuhkan pemilik yang kuat, dalam hal ini negara yang kuat. Menjadi mata uang yang kuat bukan berarti mampu untuk menjadi mata uang internasional. Ini disebabkan karena negara yang memiliki mata uang itu belum tentu memiliki kestabilan ekonomi dan politik yang baik. Padahal untuk menjadi mata uang internasional, dibutuhkan negara dengan keadaan ekonomi maupun politik yang stabil, karena sebagai mata uang internasional dibutuhkan kepercayaan dari dunia agar dunia menggunakannya.
Sebagai contohnya mata uang dari negara Iraq, yaitu Dinar. Walaupun saat ini Dinar sebagai salah satu mata uang yang terkuat, namun keadaan Iraq tidak stabil, karena perang, konflik dalam negeri, maupun perekonomiannya. Hal ini menyebabkan dunia tidak ingin mempercayakan mata uangnya kepada Dinar Iraq sebab walaupun mata uang itu terkuat, namun belum tentu dalam jangka panjang akan stabil. Tidak stabil bisa terjadi karena perang yang makin menjadi-jadi atau konflik dalam negeri yang pada akhirnya dapat menyebabkan negara itu jatuh miskin lalu mata uangnya turun menjadi mata uang terlemah. Padahal menukarkan mata uang lalu menyimpannya adalah kegiatan jangka panjang, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang besar dari dunia. Inilah sebab Dollar Amerika menjadi mata uang yang dipercayai dunia karena kondisi negaranya yang dapat diprediksi akan stabil dalam jangka panjang.
Jadi bukan karena Amerika negara adidaya lalu begitu saja menjadikan mata uangnya mata uang internasional.
Dengan sistem Ribawi yang dibawa kaum yahudi, Inilah yang menjadi alasan mengapa Emas sebagai tolok ukur mata uang dunia menumpuk di Amerika Serikat. Perlu diketahui walaupun emas sebagai standar ukur pasti dengan harga stabil akan tetapi mencampur adukkan dengan sistem Ribawi memiliki kerentanan yang sama saat emas belum ditetapkan sebagai tolok ukur pertukaran barang jasa terhadap krisis financial.
Awal abad 21 negara-negara timur tengah dilanda konflik ribuan orang mengungsi irak suriah yaman di perut bumi negara tersebut tersimpan harta yang berlimpah mulai dari emas, emas hitam, dan gas. Perburuan emas dimasa mendatang tak terbendung nyawa menjadi taruhannya. Masyarakat negara tersebut tidak mengerti apa yang sedang dihadapi mengapa-kenapa. Sudah saatnya untuk mengerti potensi yang dimiliki bersatu hilangkan isu sara contoh Negara Kesatuan RI dengan semboyannya “Bhineka Tungal Ika”.

Pemerataan Ekonomi

Perekonomian Islam mampu bertahan selama 14 abad dikarenakan tidak adanya keserakahan, kerakusan, praktek ribawi ditinggalkan sepenuhnya diganti dengan penguatan 3 sektor produksi, distribusi dan konsumsi ditambah konsep berbagi.
Perbedaan dan Persamaan Perekonomian Islam dan Ribawi
Perekonomian Islam Perekonomian Ribawi
1. Menghilangkan unsur bunga/riba dalam pertambahan nilai barang dan jasa Menggunakan unsur bunga/riba
2. Mengacu pada emas sebagai tolok ukur penilaian suatu barang dan jasa Sama-sama mengacu pada emas
3. Menggunakan konsep penyetaraan-perimbangan harga barang dan jasa Menggunakan konsep ketimpangan fluktuasi-deflasi harga
4. Berbagi hasil atas barang dan jasa Monopoli hasil atas barang dan jasa
5. Menafkahkan hasil barang dan jasa dengan zakat, infaq, sodaqoh, wakaf, hibah Berderma
6. Menggarap sektor riil Menggarap sektor financial
Harga barang dan jasa yang setara dan berimbang dengan tolok ukur utama berdampak pada kestabilan ekonomi-politik. Sebaliknya perekonomian dengan ketimpangan harga saat melimpah harga jatuh saat kekurangan harga melonjak ini akan memicu ketidak stabilan ekonomi-politik suatu negara, maka sangatlah berbahaya.
Zakat, infaq, sodaqoh wakaf dan hibah oleh orang islam dilakukan sangatlah sering, perputaran uang disini sangatlah cepat sehingga kemungkinan suatu masyarakat terkena krisis keuangan sangatlah kecil kalaupun ada masyarakatnya tidak mengalami dampak yang berarti dan terjadi bukan di sektor riil. Berbeda dengan berderma, orang dikatakan demawan jika memiliki penumpukan harta berlebih dan digunakan untuk suatu kasus besar yang terjadi di masyarakat, perputaran uang di sini sangatlah besar akan tetapi memiliki range waktu yang besar berbanding terbalik dengan kehidupan riil itu sendiri. Maka dari itu dengan mengikuti syariat pemerataan ekonomi yang didengung-dengungkan sebagian pihak yang tahu tapi tidak tahu caranya dan mengabaikan syariat-Nya tidak mustahil dapat segera tercapai.
Pernah di tahun 1998 saya mendengar celotehan yang krisis itu keuangan bank dan diselamatkan dengan mega korupsi BLBI di tahun 2008 krisis juga menimpa keuangan bank diselamatkan dengan skandal Bank Century 6 triliun, sedangkan kehidupan kita tidak mengalami krisis yang sebenarnya, yang ribut itu yang rakus di atas, bukan kita di bawahnya akan tetapi seolah-olah kita kena dampaknya diseret-seret demi kepentingan segelintir oknum. Mereka meributkan krisis moneter krisis financial dan krisis yang berkaitan dengan uang bukan krisis secara riil. Betul juga perekonomian yang berlandaskan syariat lebih tahan ketimbang perekonomian yang mengedepankan logika dan nafsu syahwat.
Maka jelas sudah kerentanan-kerentanan yang timbul dari perekonomian ribawi yang kini digandrungi oleh 90% penduduk dunia. Allah SWT melewati Nabi-Nya mengetahui kebutuhan manusia dari lahiriah daan bathiniah. Sekali melewati batas-batas yang telah ditetapkan akan timbul ketidak stabilan dalam apa yang dilampaui batasannya.
Pada saatnya nanti perekonomian akan melewati masa emasnya sesuai yang telah dijanjikan, walaupun harus melewati berbagai fitnah cobaan keji.
Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: