Skip to content

Kunci Kesuksesan Hidup

September 3, 2015

Semua hal yang terjadi tanpa tedeng aling-aling kejahatan yang dibisikkan oleh syaitan yang terkutuk itu dikarenakan satu sebab yaitu tercabutnya ilmu dari muka bumi dan Allah SWT-pun telah berkehendak untuk mencabut seluruh ilmu dari muka bumi. Ilmu yang pertama kali dicabut adalah ilmu tentang hak waris. Kita melihat dengan gamblang cucu meminta waris neneknya sampai membunuhnya, atau seseorangmewariskan hartanya pada seekor orangutan kelinci, aneh memang atau juga pembagian waris yang serampangan menyebabkan ketidakadilan dalam pembagiannya.

Ilmu Faraidh termasuk ilmu yang paling mulia tingkat bahayanya, paling tinggi kedudukannya, paling besar ganjarannya, oleh karena pentingnya, bahkan sampai Allah sendiri yang menentukan takarannya, Dia terangkan jatah harta warisan yang didapat oleh setiap ahli waris, dijabarkan kebanyakannya dalam beberapa ayat yang jelas, karena harta dan pembagiannya merupakan sumber ketamakan bagi manusia, sebagian besar dari harta warisan adalah untuk pria dan wanita, besar dan kecil, mereka yang lemah dan kuat, sehingga tidak terdapat padanya kesempatan untuk berpendapat atau berbicara dengan hawa nafsu. Oleh sebab itu Allah-lah yang langsung mengatur sendiri pembagian serta rincianya dalam Kitab-Nya, meratakannya diantara para ahli waris sesuai dengan keadilan serta maslahat yang Dia ketahui.

I. Pentingnya Ilmu Faraidh
1. Ilmu faraidh adalah setengah dari ilmu yang primer (utama) untuk dipelajari.
2. Mempelajari ilmu Faraidh mengandung ratusan kebajikan. Al-Futuhiy: “..Mempelajari satu masalah dalam ilmu faraidh mempunyai ratusan kebajikan, sedangkan selainnya hanya sepuluh kebajikan…”
3. Allah Subhanahu wa Ta’ala secara langsung (tidak melalui Nabi & Rasul) menjelaskan ilmu Faraidh secara rinci kepada umat manusia (dalam Al-Qur`an). Ini seperti tercatat dalam salah satu sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Sesungguhnya Allah Subhanhu wa Ta’ala tidak mewakilkan pembagian harta waris kalian kepada seorang Nabi atau Rasul-Nya maupun raja yang luhur, tetapi Dia menguasakan penjelasannya sehingga membaginya dengan sejelas-jelasnya” Allah Subhanhu wa Ta’ala juga menjelaskan ilmu Faraidh sedemikian rinci, lengkap dengan rumus pembagian warisan, syarat-syarat ahli waris, dan sekurang-kurangnya ada 9 ayat yang menjelaskan masalah faraidh secara panjang lebar dan rinci dalam Al-Qur`an.
4. Ilmu Faraidh adalah ilmu yang pertama kali dicabut sebelum Kiamat tiba.
5. Penyebab munculnya dunia yang dipenuhi fitnah Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Pelajarilah ilmu faraidh serta ajarkanlah kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (mati), sedang ilmu itu angkat diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan, mereka berdua tidak menemukan seorangpun yang sanggup melerai mereka” (HR. Imam Ahmad, At-Tirmidzi, Al-Hakim)
6. Penyebab munculnya dunia yang penuh kekacauan dan kerusakan. Penjelasan seorang shahabat Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yakni Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- bahwa urgensi menghidupkan ilmu Faraidh tercermin dalam firman Allah Subhanhu wa Ta’ala dalam suratAl-Anfaal: 73, “Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”

Sabda Nabi SAW:
• Nabi SAW. bersabda, “Ilmu itu ada tiga, selain yang tiga hanya bersifat tambahan (sekunder), yaitu ayat-ayat muhakkamah (yang jelas ketentuannya), sunnah Nabi SAW. yang dilaksanakan, dan ilmu faraid.” (HR Ibnu Majah : Abdullah bin Amr bin al-Ash ra.)
• Nabi SAW. bersabda, “Pelajarilah ilmu faraid, karena ia termasuk bagian dari agamamu dan setengah dari ilmu. Ilmu ini adalah yang pertama kali akan dicabut dari umatku.” (HR Ibnu Majah, al-Hakim, dan Baihaqi)
• Nabi SAW. bersabda, “Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang lain, karena sesungguhnya, ilmu faraid setengahnya ilmu; ia akan dilupakan, dan ia ilmu pertama yang akan diangkat dari umatku.” (HR Ibnu Majah dan ad-Darquthni: Abu Hurairah r.a.)
• Nabi SAW. bersabda, “Pelajarilah ilmu faraid serta ajarkanlah kepada orang-orang, karena aku adalah orang yang akan direnggut (wafat), sedang ilmu itu akan diangkat dan fitnah akan tampak, sehingga dua orang yang bertengkar tentang pembagian warisan, mereka berdua tidak menemukan seorang pun yang sanggup meleraikan (menyelesaikan perselisihan pembagian hak waris) mereka.” (HR Imam Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim: I bnu Mas’ud r.a.)

Kejahatan itu terjadi oleh karena kita sendiri yang melakukannya atau orang lain yang melakukkannya. adanya dorongan syahwat dan mengedepankan logika ketimbang Nash Al Qur’an dan Hadist menjadi landasan utama dalam bertindak tentu akan timbul masalah yang akan membuat kepala manusia itu pusing bukan kepalang hati berdegup kencang, silakan buktikan sendiri. Di sinilah Tuan para budak hadir mempengaruhi sendi-sendi kehidupan. Bagi atheis sebenarnya mereka hanya memaksakan dirinya terjerembab atas keyakinannya tanpa dasar ilmu satu hal pasti mereka meyakini kematian dan kebanyakan mereka takut akan hal ini.

Allah SWT lebih tahu kebutuhanmu daripada kamu makhluknya Dia Tuanmu dan kamu Budak-Nya, bagi Tuan lebih mengerti kebutuhan para budak. Sedangkan Tuan yang satu ini tidak meminta apapun dari budaknya sedikitpun selain pengabdian penghambaan dan mengingat-Nya setiap waktu.

kota yang diberkahi bukannya kota dengan kemewahan extraordinary pendapatan perkepala manusianya tinggi. kota seperti itu hanya ilusi semata. para pejabat yang menjadikan kota itu makmur hanya dikenal dikalangannya saja.

berbeda dengan para ahli ilmu baik dunia akhirat yang berlandaskan Nash Al Qur’an dan Al Hadist mereka hidup di dunia dengan diberkahi dan mati yang sebenarnya di sisi-Nya mereka hidup salah satu petikan Al Qur’an”… Jangan kamu Anggap mereka itu telah mati bahkan mereka hidup kekal”. para ahli ilmu akan dikenang oleh seluruh makhluk ciptaan-Nya dikenang dari masa ke masa sesudahnya dan pahala akan mengalir deras kepadanya.

Bukan harta berapa banyak yang dicari penganut Allah SWt akan tetapi ketenangan jiwa hati pikiran keberkahan hidup. seorang manusia akan tenang menjalani hidup berarti terhindar dari bahaya kejahatan, fitnah, kemusyrikan dsb. Allah SWT telah memberikan kita panduan yang jelas bagiamana kita menghindari keburukan.

sebagai budak-Nya kita seringkali memohon dan memohon pertolongan, kelancaran dalam urusan dunia. jika kita diposisi sebagai majikan juragan bos dsb anak buah kita setiap hari meronta-ronta untuk kebutuhan ini-itu apa yang akan kita lakukan tentu sebaliknya kita akan memaki mereka menolak dengan keras atau melakukan tindakan ekstrim dengan memukul dsb. berbanding terbalik jika kita meminta kepada Allah SWT permintaan tersebut akan ditabung sebagai karena Dia berjanji akan mengabulkannya atau segera akan diberikan permintaan hamba-Nya di dunia. sebagai budak ternyata lebih senang jika disegerakan apa yang diminta tentunya. jika semua disegerakan ditakutkan anda meminta hal-hal yang bukan-bukan setelahnya dan menjerumuskan kita orang sekeliling kita dalam kehancuran. ternyata Tuan kita lebih mengetahui kebutuhan kecukupan kita untuk tetap bertahan hidup di dunia

dikarenakan Tuan kita ini lebih mengetahui kebutuhan kita walaupun tanpa meminta sekalipun, ketimbang kita meminta-minta lebih baik mengerjakan apa yang diperintah dan selalu mengingat kebaikan-kebaikan dan mengharap, cukup itu semua pasti beres semua pasti lancar.

perbanyaklah untuk mengingat Tuan kita caranya:
1. kita sering melakukan dosa kecil-besar dengan sengaja atau tidak sengaja karena kurangnya ilmu maka untuk mengingat-Nya ucapkan permintaan Ampun “Astaghfirullah hal Adhzim”. Tuan ini akan menyelamatkanmu dari jurang penderitaan akibat kesalahan yang diperbuat dan mengampunimu setelahnya.
2. adanya niatan buruk dari orang disekitar diri kita Allah SWT tahu segalanya. orang itu ingin kita celaka atau ikut-ikut keburukannya mencaci maki kamu memfitnah kamu menghujat kamu memusuhimu menyembahnya (Al Masih Ad Dajjal) mengimingi kamu akan gemerlap dunia yang ia dapatkan dari memeras tenaga-pikiranmu. mana kita tahu bahwa ia bersekongkol menghancurkan kita detik demi detik hari demi hari, kita tidak memiliki ilmu tentang kedalaman hati dan akal orang itu. Tuhan ini Allah SWT memberi panduan supaya kejahatan makhluk lain tidak menimpamu ucapkan “Subhanallah” ingatlah ia setiap saat.
3. hidup anda tenang tidak bergelimang dosa dan kesalahan melakukan tugas dengan baik detik demi detik hari demi hari. sedikit kejahatan yang menghampirimu baik yang dilakukan oleh dirimu sendiri maupun orang lain terhadap dirimu. tentu Tuan ini senang akan memberimu Gift hadiah rizki anugrah berkah rahmat yang tidak disangka-sangka olehmu akan mendapatkannya. tentunya kita harus memujinya dengan namanya yang Agung, maka ucapkan “Allahu akbar”

4. Berdoa sesuai keinginan dan keperluan masing-masing, doa terbaik meminta kebaikan dunia akhirat, jika hamba berdoa meminta kesabaran maka Allah akan memberikan ujian yang besar dan berat sampai hamba lulus ujian dan dinyatakan orang penyabar, maka berhati-hatilah atas doa yang dipanjatkan karena semua itu bakal dikabulkan sekalipun orang itu tidak percaya terhadap Allah Azza wa Jalla.

Insya Allah semua cobaan ujian yang kita hadapi di dunia dapat dihadapi dengan akal pikir hati jiwa yang jernih tanpa kita bersusah payah dengan nafsu syahwat dan logika yang tidak berkesudahan, ketenangan kelancaran hidup yang baik, Amin.

 

From → Islam

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: